Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Wednesday, 17 September 2014

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang, Berastagi dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Danau toba (lake toba)
05:18:00

Danau toba (lake toba)

Wednesday, 10 September 2014

Barelang Bridge atau Jembatan Barelang (singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG) adalah nama jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang", namun ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie", karena beliau yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau.
Jembatan Barelang telah menjadi ikon Kota Batam, bahkan telah populer sebagai landmark-nya Pulau Batam. Apabila Kota Jakarta identik dengan Monas maka orang akan mengidentikan Kota Batam dengan Jembatan Barelang (Barelang Bridge).
Nama Jembatan Barelang yang di berikan oleh masyarakat setempat ternyata lebih popular ketimbang nama aslinya yaitu Jembatan Fisabilillah. Nama “Barelang” oleh masyarakat diambil dari nama-nama pulau yang dihubungkan oleh jembatan tersebut; Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan Barelang memiliki nama lain, Jembatan Habibie atau Jembatan satu.
Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam (OB) sebagai regulator daerah industri Pulau Batam. Pembangun jembatan Trans Barelang telah menyedot anggaran Otorita Batam (OB) sebesar Rp 400 Miliar yang dibangun dalam masa enam tahun (1992 – 1998). Enam buah jembatan megah ini merupakan proyek vital sebagai penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer.
Barelang bridge
05:41:00

Barelang bridge

Saturday, 14 June 2014

Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah, adalah sebuahpulau kecil yang berjarak kurang lebih 3 km dari Kota Tanjungpinang, pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran kurang lebih 2.500 meter x 750 meter, dan berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Pulau ini dapat dituju dengan menggunakan perahu bot atau lebih dikenal bot pompong. Dengan menggunakan bot pompong, memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.
Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata di Kepulauan Riau. Salah satu objek yang bisa kita liat adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Pulau penyengat dan komplek istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia

Sejarah[sunting sumber]

Pada abad ke-18, Raja Haji membangun sebuah benteng di Pulau Penyengat, benteng tersebut tepatnya berada di Bukit Kursi, disana ditempatkan beberapa meriam sebagai basis pertahanan Bintan Ia menguasai wilayah istrinya Raja Hamidah tahun 1804. Anaknya kemudian memerintah seluruh kepulauan Riau dari Pulau Penyengat. Sementara itu, saudara laki-lakinya memerintah di Pulau Lingga di sebelah selatan dan mendirikan Kesultanan Lingga-Riau.

Galeria gambar[sunting sumber]

pulau penyengat
10:26:00

pulau penyengat

Thursday, 12 June 2014

Taman Nasional Baluran

Banyuwangi, Indonesia


Taman Nasional Baluran

Tentang Taman Nasional Baluran

Mau liburan ke padang savana nan luas dengan pemandangan hewan-hewan yang berlarian di alam bebas? Tak perlu jauh-jauh datang ke Afrika, karena di Indonesia juga ada, yaitu Taman Nasional Baluran. Lokasinya berada di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur atau sebelah utara Banyuwangi.
Berlibur di sini seperti berlibur di Afrika, karena bentangan alamnya mirip dengan padang savana yang ada di Afrika sana. Kawasan Taman Nasional Baluran ini berbatasan langsung dengan Selat Madura di sebelah utara dan Selat Bali di sebelah timur. Di tengah kawasan ini terdapat Gunung Baluran, sebuah gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi.
Taman Nasional Baluran sendiri merupakan ekosistem hutan kering di Pulau Jawa, terdiri dari beberapa tipe vegetasi padang savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Taman Nasional Baluran dihuni oleh aneka macam flora dan fauna. Terdapat sekitar 444 jenis flora asli taman nasional seperti widoro bukol. Untuk faunanya terdapat kurang lebih sekitar 26 jenis mamalia seperti banteng, kerbau liar, rusa dan lain-lain. Serta terdapat sekitar 155 jenis burung langka seperti burung walet ekor jarum, burung merak dan lain sebagainya.
Taman Nasional Baluran merupakan spot yang sangat menarik bagi para pecinta fotografi, waktu yang cocok untuk berkunjung ke tempat ini adalah musim kemarau yakni antara bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan-bulan tersebut air di hutan akan kering dan rumput berwarna kuning. Nah, pada musim kering ini satwa-satwa di hutan akan keluar menuju padang savana karena pihak pengelola Taman Nasional akan menyediakan air dan kubangan.
Jangan membayangkan suasana di sini seperti taman safari, meskipun hewan di sini dan taman safari sama-sama bebas dan lepas tapi karakternya sangat berbeda. Jika di Taman safari kumpulan hewan akan mendekat bila mencium bau makanan, maka di Taman Nasional Baluran hewan-hewannya sangat pemalu. Jika melihat manusia atau mobil yang lewat, hewan akan bersembunyi. Untuk itu sebelum masuk ke areh taman nasional, dengarkan terlebih dahulu penjelasan dari Pihak Taman Nasional Baluran. Sebaiknya mulai perjalanan di pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB, karena selain bisa menikmati pemandangan matahari terbit, pada jam tersebut banyak satwa yang memperlihatkan diri.

Akses ke Taman Nasional Balurantransport

Aksesnya sangat mudah ditempuh dengan kendaraan darat dari berbagai kota besar, karena adanya jalan raya lintas provinsi yang menghubungkan Surabaya, Bali dan Banyuwangi. Sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau sewa. Jalur utama terdekat yang dapat digunakan adalah dari kota Banyuwangi. Rutenya dari pusat kota Banyuwangi menuju ke arah Batangan (jaraknya sekitar 35 kilometer) lalu dilanjutkan menuju ke Bekol dengan waktu tempuh sekitar 45 menit perjalanan. Dari Bekol dapat langsung menuju ke Banyuputih.

TAMAN NASIONAL BALURAN BANYUWANGI
10:05:00

TAMAN NASIONAL BALURAN BANYUWANGI